Jl. Veteran No 1 Pendopo Kab. Serang
layanan[at]serangkab.go.id
(0254) 200-252
Berita / aktivitas gak menurun, pvmbg sebut abu vulkanik tergantung arah angin
Aktivitas GAK Menurun, PVMBG Sebut Abu Vulkanik Tergantung Arah Angin
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM), Siti Sumilah Rita Susilawati mengungakapkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau atau GAK berdasarkan alat pemantauan menunjukkan penurunan. Namun, potensi terjadinya erupsi masih ada sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam.
”Sedangkan untuk hasil (pemantauan selam 24 jam) kami akan komunikasikan dengan pemerintah daerah apabila terjadi perubahan rekomendasi,” ungkap Siti Sumilah Rita Susilawati kepada wartawan.
Hal ini diungkapkan Rita usai Rapat Koordinasi bersama Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiana di Pos Pengamatan GAK PVMBG pada Badan Geologi Kemen ESDM di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang pada Minggu, 6 September 2026.
Rita juga menungkapkan, bahwa penyebaran abu vulkanik akibat erupsi GAK sangat bergantung pada arah angin. Berdasarkan pemantauan pada 6 September, arah sebaran abu bergerak ke bagian barat, yakni menuju Selat Sunda dan Samudra Indonesia. “Arah abu ini akan sangat tergantung kepada arah angin, jadi bisa berubah-ubah setiap hari,” terangnya.
PVMBG, lebih lanjut Rita mengungkapkan, bahwa memantau arah angin dan sebaran abu melalui sejumlah stasiun pengamatan, bekerja sama dengan BMKG serta memanfaatkan data dari stasiun pengamatan di Australia. ”Pemantauan tersebut penting karena sebaran abu vulkanik dapat berdampak terhadap aktivitas penerbangan,” katanya.
Rita menegaskan, masyarakat juga perlu memahami bahwa aktivitas gunung api tidak selalu terlihat secara kasat mata. Perubahan status gunung api tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya erupsi, tetapi juga mempertimbangkan potensi ancaman terhadap masyarakat.
”Untuk Gunung Anak Krakatau, rekomendasi keselamatan saat ini adalah masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak mendekati kawasan gunung dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas,” ucapnya.
“Untuk gunung api, kita tidak bisa memastikan kapan erupsi akan terjadi maupun kapan aktivitasnya akan berhenti. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan pemantauan dan membaca tanda-tandanya,” jelas Rita.
Terkait sarana pemantauan, Rita menyebut PVMBG memiliki sejumlah stasiun pengamatan lain yang saling menunjang sehingga pemantauan Gunung Anak Krakatau tetap terus dilakukan. ”Pemantauan terus kami lakukan,
Reporter: Arif Soleh
Publisher: Fajar
© 2026 Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Serang. All Rights Reserved.