• Rabu, 21 Oktober 2020
  • Email : layanan[at]serangkab.go.id
  • Phone : (0254) 200-252
logo
soal-banjir-bojonegara-pemkab-serang-beri-kesepakatan-ke-penambang

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memberikan beberapa kesepakatan kepada perusahaan penambangan batu yakni PT. Batu Alam Makmur (BAM) Grup, yang diduga penyebab bencana banjir yang merendam rumah di Desa Bojonegara dan Margagiri, Kecamatan Bojonegara. Kesepakatan untuk menyelesaikan penyebab banjir dari hulu sampai hilir.

“Persoalan banjir di Bojonegara harus diselesaikan dari hulu sampai hilir,”ujar Tatu usai rapat bersama masyarakat Bojonegara, Camat Kepala Desa, dan perwakilan perusahaan penambang PT. BAM Grup di Pendopo Bupati Serang pada Senin (13/1/2020).

Adapun beberapa kesepakatan tersebut, kata Tatu, untuk persoalan dari hulu yakni tempat penambangan batu di usulkan untuk dibangun sabodam. Kemudian revitalisasi sungai atau kali klancip yang sebelumnya dengan lebar 12 meter menjadi menyempit menjadi tiga (3) meter.

“Ini sudah jelas persoalan banjir, sungai klancip yang dulu bisa menampung air banyak sekarang menyempit sehingga air meluap dan banjir. Kemudian satu lagi sedimentasinya, maka perlu dilebarkan dan di normalisasi,”terang Tatu.

Guna mengantisipasi agar tidak kembali banjir, sebut Tatu, aliran sungai klancip dari hulu sampai hilir harus dalam kondisi yang sama lebarnya yakni 12 meter. Kemudian sungai juga harus dalam kondisi yang normal tidak penuh dengan lumpur dan sampah. “Jadi, jika lumpur atau sampah di sungai itu berasal dari perusahaan penambang, ini peran perusahaan disana harus membuat sabodam,”katanya.

Disisi lain untuk persoalan anggarannya untuk melakukan itu semua, sebut Tatu, pemerintah tidak bisa berbuat pada tahun berjalan saat ini. Baik itu Pemda Serang, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Banten, dan Balai Besar Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian samal hal dengan pemda.

“Jadi hasil pertemuan hari ini kita menyapakati akan menentukan angka untuk anggarannya, dan selanjutnya disampaikan ke perusahaan penambang yang ada di Bojonegara bukan hanya PT BAM. Nanti kita undang lagi kalau angkanya sudah ditetapkan oleh DPUPR, Satker dan Balai,”jelas Tatu.

Hadir dlama rapat tersebut, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Unsur Muspida, Camat Bojonegara, Kades Margagiri dan Bojonegera, dan masyarakat.

Salah Direktur CV anak PT. BAM Grup Rilendi mengaku siap melaksanakan apa yang sudah disepakati. Asalkan, bukan hanya PT. Bam Grup. “Ki

ta siap, asalkan adil semua perusahaan penambang dilibatkan. Yang jelas kita sudah berbuat dengan menurunkan alat berat untuk menanggulangi banjir sejak awal,”ujarnya.

Diketahui sebanyak 243 rumah di Desa Bojonegara dan Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang terendam banjir pada, Selasa (7/1/2020).

Top