• Kamis, 26 November 2020
  • Email : layanan[at]serangkab.go.id
  • Phone : (0254) 200-252
logo
pekan-deteksi-dini-resiko-tinggi-dan-penanganan-komplikasi-pada-ibu-hamil-puskesmas-carenang

Puskesmas Carenang telah melaksankan kegiatan Pekan Deteksi Dini Resiko Tinggi dan Penanganan Komplikasi pada Ibu Hamil bertempat di Aula Puskesmas. Kegiatan yang berlangsung pada Awal September 2020 tersebut, memiliki puluhan sasaran yang sudah terdaftar di Puskesmas Carenang.

Kehamilan risiko tinggi adalah suatu kondisi kehamilan yang bisa mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin. Kondisi ini bisa disebabkan karena komplikasi saat kehamilan, namun bisa juga disebabkan oleh suatu kondisi medis yang sudah ibu miliki sejak sebelum hamil. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini harus rajin memeriksakan diri dan membutuhkan pengawasan dan perawatan ekstra dari dokter.

Sebelum menjelaskan resiko tinggi pada kehamilan, narasumber menjelaskan tentang deteksi dini resiko tinggi sangat penting bagi kaum perempuan untuk mengenali gejala kanker yang menyerang organ reproduksi. Seperti indung telur, rahim, leher rahim, serta payudara. Sebab, prinsip pengobatan kanker ialah semakin dini ditemukan dan diobati, semakin besar peluang keberhasilnnya. Kaum perempuan perlu mengenali faktor risiko kanker organ reproduksi dan gejalanya. Serta tidak ragu untuk segera berobat bila menemukan tanda-tanda yang mengarah pada kanker, jangan menunda-nunda untuk melakukan deteksi dini kanker. Sebab, melalui deteksi dini inilah kita dapat mencegah serta melakukan pengobatan sejak awal

Sedangkan resiko tinggi pada kehamilan disebutkan berpeluang terjadi pada ibu hamil yang memiliki kritera kondisi tertentu diantaranya tinggi badan Ibu kurang dari 140 cm, hamil pada usia lebih dari 35 tahun atau kurang dari 16 tahun, berat badan kurang dari 45 kg atau kelebihan berat badan, riwayat merokok dan konsumsi alkohol berlebih. Penjelasan lanjutan adalah bahwa semakin tinggi usia kehamilan, risiko kelainan genetik pada si Kecil akan meningkat, serta risiko kesulitan saat melahirkan juga akan meningkat. 

Berkaitan dengan kehamilan di usia muda, kemungkinan seorang ibu untuk memperoleh bantuan tenaga kesehatan lebih rendah dan berkaitan dengan belum matangnya sistem reproduksi, sehingga kehamilan menjadi berisiko. Faktor tinggi badan yang kurang dikaitkan dengan berat badan lahir rendah dan kemungkinan gangguan saat persalinan. Berat badan Ibu yang kurang akan berkaitan dengan bayi lahir rendah serta peningkatan risiko si Kecil mengalami gagal nafas dan komplikasi. Dan terakhir bahwa berat badan berlebih berkaitan dengan risiko menderita preeklampsia, diabetes selama masa kehamilan, berat badan bayi berlebih sehingga memungkinkan kesulitan persalinan.  

Upaya yang dilakukan apabila memiliki resiko tinggi kehamilan adalah periksakan diri secara rutin, terutama di masa-masa awal kehamilan, konsumsi vitamin hamil, jaga berat badan agar tetap normal, menghentikan kebiasaan yang membahayakan janin dan deteksi kelainan kromosom pada bayi.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam menurunkan angka kematian ibu, banyak aspek yang harus dilihat karena kematian ibu merupakan masalah yang kompleks dan mempunyai penyebab secara langsung dan tidak langsung. Oleh karena itu adanya tindak lanjut secara nyata terkait kendala dan penyebab dari kematian ibu yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan segera dilaksanakan guna tercapainya kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka kematian dan kesakitan.

Top