• Kamis, 20 Januari 2022
  • Email : layanan[at]serangkab.go.id
  • Phone : (0254) 200-252
logo
grafik-prevalensi-balita-stunting-perdesa-di-kecamatan-kramatwatu-kabupaten-serang-tahun-2018-2021

HASIL ANALISIS DATA PENGUKURAN STUNTING

TINGKAT DESA DALAM KABUPATEN SERANG TAHUN 2021

 

  1. Perkembangan Sebaran Prevalensi Stunting

Berdasarkan data EPPGBM status gizi balita (0-59 bulan) di setiap desa di Kabupaten Serang pada Tahun 2018 - 2021 diperoleh hasil sebagai berikut :

Berdasarkan data EPPGBM, kondisi stunting di Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang secara keseluruhan pada tahun 2021 mengalami penurunan prevalensi stunting dari tahun 2020 sebesar 5,61%, dimana pada tahun 2020 prevalensi stunting Kecamatan Kramatwatu adalah 14,19% dan pada tahun 2021 prevalensi stuntingnya menjadi 8,58%. Jika dibandingkan dengan target menurut WHO (20%), RPJMN (14%) dan RPJMD (21,1%) prevalensi stunting di Kecamatan Kramatwatu tahun 2021 telah memenuhi target-target tersebut. Terdapat 11 desa yang prevalensi stuntingnya mengalami penurunan dari tahun 2020 yakni Desa Lebakwana, Pelamunan, Margasana, Pejaten. Wanayasa, Harjatani, Toyomerto, Pegadingan, Pamengkang Terate, dan Margatani. Namun terdapat 4 desa yang prevalensi stuntingnya meningkat dari tahun 2020 ke tahun 2021, yakni Desa Kramatwatu naik 2,45%, Serdang naik     7,23%, Tonjong naik 19,50%, dan Teluk Terate naik 2,86%

Indikator cakupan program terkait stunting yang perlu mendapatkan perhatian adalah kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil terutama ibu hamil memeriksakan kesehatannya minimal 4 kali (K4) dan cakupan ibu hamil mendapatkan TTD sebanyak 90 tablet (59,77%), ibu hamil KEK (11,96%), bayi 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI Eksklusif (36,34%), cakupan remaja putri mendapatkan TTD (0%), balita 6-59 bulan mendapatkan Vitamin A, cakupan imunisasi dasar lengkap, balita dengan penyakit penyerta, sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat masih perlu ditingkatkan.

Top