• Senin, 21 Juni 2021
  • Email : layanan[at]serangkab.go.id
  • Phone : (0254) 200-252
logo
didampingi-wagub-banten-bupati-serang-salurkan-kks-ke-warga-terdampak-covid-19

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyerahkan kartu keluarga sejahtera (KKS) Program bantuan pangan non tunai (BPNT) kepada warga Desa Malanggah, Kecamatan Tunjung Teja pada Rabu (22/04/2020). Dalam penyerahannya, Bupati Serang didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Andika Hazrumy.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, penerima KKS saat ini merupakan tambahan jumlah penerima program BPNT dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial (Kemensos) bagi warga terdampak virus corona atau Covid-19. Sebelumnya, Kabupaten Serang hanya mendapatkan kuota sebanyak 51 ribu kepala keluarga (KK).
“Untuk penambahan penerima KKS Program BPNT sebanyak 9.378 KK, jadi sebelumnya 51 ribu jadi bertambah menjadi sekitar 60 ribu KK. Untuk di Kecamatan Tunjungteja sebanyak 632 KK,”ujar Tatu.
Penerima bantuan non tunai tambahan tersebut, lanjut Tatu, sebagian dari total 78 ribu KK yang sebelumnya mempunyai pekerjaan atau penghasilan akibat terdampak virus corona atau covid-19 mereka saat ini kondisinya tidak bekerja atau tidak mempunyai pekerjaan. Dari jumlah 78 ribu KK pun datanya sudah diserahkan ke Kemensos, dan informasi pekan lalu 71 ribu diantaranya kembali di tangani oleh Kemensos.
“Penyerahan bantuan non tunai ini tambahan dari pemerintah pusat. Patut kita syukuri, apapun yang kita terima harus bersyukur agar Allah Swt menambah nikmat untuk kita,”ungkap Tatu. 
Selain program BPNT teknisnya melalui e-Warung saat ini tengah dalam proses penyalurannya. Bantuan lain pun seperti PKH (Program Keluarga Harapan) yang sama dari pusat melalui Kemensos semua tengah fokus untuk membantu masyrakat dibawah terdampak covid-19. “Bahkan bantuan dari Pemda Serang dan Pemprov Banten pun ada, saat ini masih dalam proses pendataannya agar tepat sasaran,”terang Tatu.
Tatu berpesan kepada para Ketua RT (Rukun Tetangga), Ketua RW (Rukun Warga) dan kepala desa (kades) agar mendata selengkap-lengkapnya warga terdampak wabah yang kondisinya kesulitan untuk pangannya karena kondisi saat ini. 
“Pada intinya masyarakat tidak boleh tidak makan, yang paling di sorot nanti  RT, RW, kades, jadi jangan sampai ada persoalan masyarakat tidak makan. Tetangga harus saling mendata dan saling mengingatkan,”tegas Tatu seraya berpesan, agar masyarakat menjaga kebersihan, jaga kesehatan dan patuhi apa yang di arahkan oleh pemerintah.
“Jaga diri, tangan harus selalu bersih paling pokok. Yang paling penting berdoa terus ambil hikmahnya semua ini,”tuturnya. 
Sedangkan untuk yang diluar 78 ribu KK, tambah Tatu, berdasarkan data dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang sekira 56 ribu KK. Sampai saat ini masih ada empat kecamatan yang datanya belum masuk. “Jumlah ini yang dimasukan untuk mendapatkan dari Pemprov Banten yang akan disalurkan lewat Bank Banten. Untuk pendataan hari ini Insya Allah selesai, namun tetap penyaluran dilakukan sesuai protap kesehatan,”tuturnya. 
Ditempat yang sama Wagub Banten, Andika Hazrumy mengatakan, dengan mendampingi Bupati Serang dalam penyerahan KKS BPNT untuk memastikan bantuan tersalurkan kepada masyarakat yang memang membutuhkan. “Dengan adanya bantuan pangan non tunai, ini harus di gunakan sebaik-sebaiknya pertama kita gunakan untuk seperlunya buat kebutuhan pokok,”ujarnya. 
Andika memastikan, bahwa saat ini Pemprov Banten pun sudah menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat terdampak virus corona atau covid-19. Sedangkan untuk nominalnya sebesar Rp600 ribu sampai tiga bulan kedepan. “Kepada aparatur pemerintah daerah, kades, RT, RW semua agar segera mendata masyarakat agar segera masuk dan bantuan bisa terealisasi dan di distribusikan,”ujar Andika.

Top