• Kamis, 26 November 2020
  • Email : layanan[at]serangkab.go.id
  • Phone : (0254) 200-252
logo
bupati-serang-sebut-pendidikan-formal-dan-keagamaan-harus-seiring-sejalan

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjadi inspektur upacara dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementrian Agama (Kemenag) yang ke 74 di halaman pendopo bupati pada Jum’at (3/1/2020). Dalam sambutannya, Tatu menyampaikan pesan Menteri Agama RI bahwa antara pendidikan formal dan keagamaan harus seiring sejalan.

"Seperti yang saya bacakan tadi sambutan menteri agama sangat jelas disampaikan bahwa tugas dari kementerian agama adalah melaksanakan pendidikan keagamaan kepada masyarakat. Disini posisi pemerintah daerah sangat berkepentingan untuk bersinergi dengan kementerian agama," kata Tatu usai upacara kepada wartawan.

Sambungnya bahwa, untuk pendidikan masyarakat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang lebih banyak ke pendidikan formal. Sedangkan untuk pendidikan keagamaan perannya sebagian besar harus ke Kemenag.

"Jadi sinergitas antara kemenag dan pemerintah daerah dalam hal pendidikan sangat dibutuhkan, agar sinkron antara pendidikan formal dengan pendidikan agamanya. Jadi, anak-anak di Kabupaten Serang supaya mendapat pendidikan yang utuh," katanya.

Selain itu, Tatu juga menyampaikan pesan Menag bahwa seluruh elemen masyarakat di wilayahnya agar tetap menjaga harmonisasi antar umat beragama seperti tema HAB Kemenag saat ini yakni "Umat Rukun Indonesia Maju”.

"Tadi dijelaskan oleh pak menteri bahwa kemenag harus menjaga itu, karena kita terdiri dari berbagai etnis, berbagai agama. Itu yang harus dijaga supaya semua bisa beribadah dengan tenang, saya berharap semua bisa di implementasikan," ujarnya.

Selain itu, tambah Tatu, juga dalam pesannya menag mengimbau agar mampu menjaga tumbuhnya radikalisme yang merongrong terhadap kewibawaan negara republik indonesia.

"Kita semua sudah menerima bahwa bentuk negara kita seperti ini. Soal ketakwaan kepada Allah SWT juga harus seiring sejalan dengan perbuatan baik kita terhadap negara. Jadi tidak bisa  dipertentangkan, misalnya agama dipertentangkan dengan bentuk negara, dengan pemerintah, karena sudah jelas harus dilakukan seiring sejalan antara ibadah terhadap tuhan, juga ketaatan terhadap pemerintahan,"tuturnya.

Ditempat yang sama Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kabupaten Serang, Tubagus Syihabudin mengatakan bahwa sebagai umat beragama harus meyakinkan bahwa bisa bersatu dalam satu pola kebangsaan, keberagaman. Kemudian sebagai umat beragama masih perlu membangun beberapa karakter bangsa ini melalui pendidikan agama dan keagamaan. “Kemudian kita harus bisa mengimplementasikan kegiatan-kegiatan kerukunan umat beragama,”ujarnya.

Sedangkan terkait penekanan radikalisme, Tubagus Syihabudin mengajak pondok pesantren untuk berkomunikasi, koordinasi dan membuang rasa curiga. “Lebih jelasnya jangan sudzon bahwa ponpes itu radikalisme padahal tidak, hanya kita perlu komunikasi saja. Kita silaturhami saja sekalipun paham berbeda kita meyakinkan, bahwa kita anak bangsa mempunayi rasa percaya diri berstau bisa menjalankan negara ini bersama-sama,”tutur Syihabudin.

Top