• Selasa, 22 September 2020
  • Email : layanan[at]serangkab.go.id
  • Phone : (0254) 200-252
logo
bupati-serang-minta-semua-desa-siapkan-rumah-isolasi-covid-19

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meninjau Posko relawan desa dan rumah isolasi korban Covid-19 di Desa Ciomas, Kecamatan Padarincang pada Rabu, 6 Mei 2020. Tatu mengapresiasi atas sigapnya pihak desa dalam upaya memutus rantai penyebarannya.  
Tatu mengatakan setelah dibentuknya Gugus tugas percepatan penanganan covid-19 tingkat Kabupaten Serang, berdasarkan Permendes No 11/2019 tentang Penggunaan Dana Desa 2020 dimana didalamnya perlu dibentuknya relawan desa dan tempat isolasi mandiri. “Untuk Desa Ciomas, Kecamatan Padarincang ini alhamdulillah sudah terbentuk,”ujar Tatu kepada wartawan. 
Menurutnya, memang harus terus didorong agar semua desa segera membentuk relawan desa dan rumah isolasi dalam pencegahan penyebaran covid-19. Karena sampai saat ini dari 326 desa se-Kabupaten Serang, baru 23 desa yang sudah melaksanakannya.
“Saya memerintahkan kepada semua desa jika tidak ada tempat tinggal untuk isolasi mandiri, desa bisa menggunakan gedung sekolah seperti PAUD, atau fasiltas umum,”ujar Tatu menyarankan. 
Terlebih, sambungnya, saat ini mendekati hari raya Idhul Fitri kemungkinan besar banyak warga pulang kampong atau mudik yang saat ini bekerja di luar kota. “Mereka harus masuk protokol Covid-19, dimana 14 hari mereka harus di isolasi dan dibawah pantauan petugas Puskesmas,”tegas Tatu.   
Oleh karena itu, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Serang mengingatkan kembali kepad apara kepala desa agar bisa menginventarisir berapa jumlah warganya yang saat ini yang tengah bekerja diluar kota. “Pak Kades yang lebih mengetahui data warganya. Yang terpenting kepala desa harus menyiapkan rumah isolasi terlebih dahulu, kalau seperti rumah pasti sudah difasilitasi. Tapi kalau menggunakan gedung sekolah minaml disediakan kasur untuk istirahat,”tuturnya.
Kepala Desa Ciomas, Kecamatan padarincang, Kabupaten Serang, Yani Mulyani menagatakan, bahwa jumlah warganya yang tengah bekerja diluar lebih dari 1500 orang yang tersebar di DKI Jakarta, Bekasi dan Tangerang. Akan tetapi, pada bulan Maret lalu ada sekitar 500 warga termasuk ODP (orang dalam pengawasan) disarankan agar terlebih dahulu isolasi mandiri d rumah masing-masing selama 14 hari. “Alhamdulilah sampai saat ini mereka semua tidak ada yang terpapar secara positif, berharap kedepan jangan sampai ada,”ujarnya.

Top