• Selasa, 22 September 2020
  • Email : layanan[at]serangkab.go.id
  • Phone : (0254) 200-252
logo
kebakaran-lahan-di-kampung-walukon-kecamatan-cinangka

Senin, 03 Agustus 2020 terjadi kebakaran lahan di daerah Kampung Walukon Desa Kamasan Kecamatan Cinangka pada pukul 12.50 WIB bidang Damkar BPBD kabupaten Serang sektor Anyer beserta tim SAR pantai BPBD kabupaten Serang melakukan penanganan kebakaran lahan pada pukul 12.50 WIB dan selesai pada pukul 13. 12 WIB yang bertempat di kp. Walukon.

Informasi yang diperoleh dari kebakaran tersebut terjadi karena ada Seorang warga yang sedang membersihkan halaman rumahnya karena banyak Daun kering yang berjatuhan, kemudian ia membuang sampah ke belakang Gedung. Pada saat itu Cuaca sedang panas dan kekeringan tidak adanya hujan. Belakang Gedung tersebut terdapat lahan yang kosong lalu warga itu membakar Sampah tanpa melihat pohon yang disekitarnya. Ketika sampah telah terbakar warga tersebut meninggalkannya.  Beberapa lama kemudian Api yang membakar sampah menjalar kemana-mana dan akhirnya terjadilah kebakaran lahan di belakang gedung Yayasan SMP IT. Seorang Guru SMP IT melihat kejadian kebakaran di belakang gedung tersebut. Api pun semakin menjalar sehingga membakar banyak pohon diantaranya pohon Durian, pohon Pisang pohon Jambu dan lain-lain yang dimiliki oleh warga sekitar. Guru SMP IT pun panik karena melihat kejadian kebakaran lahan tersebut. Kemudian Guru SMP IT langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak RT dan Kepala Desa agar langsung menghubungi Bidang Damkar BPBD Kab.Serang untuk melakukan penanganan kebakaran lahan.

 

Kepala BPBD Kab. Serang meluncurkan 2 unit mobil dan 6 Personil. Kurun waktu 15 menit Tim Damkar berada di lokasi kebakaran. Dalam jangka waktu 30 menit Api telah berhasil dipadamkan oleh Tim Damkar BPBD Kab. Serang. Setelah itu Petugas Damkar melakukan pendinginan ke setiap sudut untuk memastikan bahwa Api telah padam. Lahan yang terbakar sekitar 100 M2 dan Kerugian yang ditaksir mencapai kurang lebih 100 juta rupiah.

 Penyebab kebakaran hutan, antara lain sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang. Kecerobohan manusia seperti membuang puntung Rokok sembarangan. Penyebab kebakaran hutan juga terjadi disebabkan oleh dua faktor utama yaitu faktor alami dan faktor ulah manusia yang tidak terkontrol. Bentuk kejadian kebakaran lahan ini dikarenakan ulah manusia yang tidak terkontrol dan akhirnya menyebabkan kebakaran. Apabila lambat ditangani kebakaran dapat meluas, dalam kejadian tersebut tidak ada korban.

Adapun cara mencegah kebakaran hutan dan hal-hal tindakan segera ketika ada kebakaran hutan yaitu melakukan reboisasi atau penghijauan kembali. Pemerintah Kabupaten Serang di bawah naungan pimpinan Bupati Hj. Ratu Tatu Chasanah,S.E,M.Ak. mengapresiasi kegiatan tersebut karena Bidang Damkar BPBD kab.serang telah melakukan penanganan kebakaran lahan dengan baik.

Kita sebagai warga selalu bersiap siaga menjaga hutan milik kita bersama, guna mengurangi dampak terjadinya kebakaran hutan. Kita semua harus saling menjaga demi meminimalisir kerusakan alam, membuang kebiasaan buruk terhadap kelalaian penggunaan api dalam hutan, selalu tanam tumbuhan dan pohon sebagai tabungan masa depan.

Top