• Rabu, 21 Oktober 2020
  • Email : layanan[at]serangkab.go.id
  • Phone : (0254) 200-252
logo
bangun-madrasah-bupati-serang-apresiasi-desa-pasauran

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengapresiasi Pemerintah Desa (Pemdes) Pasauran yang telah membangun madrasah diniyah (MD) dari anggaran dana desa. Tatu pun mendorong seluruh para kepala desa (kades) agar menyediakan dana desa untuk pembangunan lembaga pendidikan keagamaan seperti Desa Pasauran.

Hal itu, disampaikan Tatu setelah meresmikan Madrasah Diniyah Islamiyah di Kampung Cipanas Ilir, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka pada Selasa (21/1/2020). Diketahui, Madrasah Diniyah Islamiyah dibangun oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pasauran dengan menggunakan dana desa pada tahun 2019.  “Mengapresiasi Kades Pasauran yang telah membangun MD dari dana anggaran desa, ini contoh yang sangat baik untuk desa lainnya,” ucap Tatu.

Tatu menjelaskan, Pemdes Pasauran menyediakan anggaran pembangunan madrasah dari dana desa yang harus bisa dilakukan oleh desa lain. “Para kades lain supaya bisa mempersiapkan sarana prasana pendidikan di desa masing-masing, di kampung-kampung di mulai dari madrasah diniyah, nanti DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) yang akan menindaklanjutinya,” pesan Tatu.

Menurutnya, pendidikan madrasah diniyah sangat efektif untuk membentuk anak dalam membentuk karakter dari sisi pendidikan agama. “Desa Pasauran bisa melakukan, yang pasti desa lain juga harus bisa,” ujar Tatu mengingatkan lagi.

Sedangkan terkait tenaga pengajar, sebut Tatu, Pemkab Serang tidak menyediakan pengajar diniyah karena kewenangannya di bawah Kementerian Agama (Kemenag). “Tapi walau kewenangan di Kemenag, kita adakan insentif untuk guru diniyah dan tiap tahun dianggarkan Rp14 miliar,” tuturnya.

Kepala Desa Pasauran Agus Japar mengatakan, pembangunan madrasah diniyah merupakan aspirasi dari masyarakat dan dianggarkan melalui dana desa pada tahun lalu. “Kalau untuk, tanahnya hibah dari masyarakat kita hanya membangun. Jadi gedung ini masuknya aset pemerintah desa,”ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Rudi Suhartanto mengatakan, desa sudah mulai memprioritaskan pembangunan dari infrastruktur ke pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat.  “Kalau bangunan seperti ini yang harus dijaga kepemilikan aset dan dicatat jadi aset desa. Kalau ada bangunan yang dibangun harus dicatat jadi aset desa,” ujarnya. (*)

Bupati Tatu: Program Keagamaan di Kabupaten Serang Tidak Hilang

Program keagamaan yang identik dilakukan dengan pengajian di Kabupaten Serang masih terus dilakukan. Terlebih pada kepemimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa lebih dekat kepada para ulama dan masyarakat melalui program keagamaan.

“Program keagamaan di Kabupaten Serang tidak hilang dari dulu. Semua kegiatan keagamaan kita lakukan kalau dulu masyarakat yang datang ke pendopo kalau sekranga kami yang mendatangi masyarakat, sekaligus melihat kondisi setiap kecamatan,”ujar Tatu.

Hal itu disampaikan Tatu usai menghadiri Pengajian akhir bulan tingkat Kabupaten Serang di rangkaian pengajian tingkat Kecamatan di Bojonegara di halaman Masjid Jami Nurul Arofah Kampung Gedong Desa/Kecamatan Bojonegara pada Selasa (21/1/2020).

Turut hadir pada Pengajian yang merupakan program keagamaan Pemkab Serang bertemakan "Dengan kegiatan pengajian kita pererat silaturahmi untuk mewujudkan pembangunan masyarakat yang merata, tertib dan transparan antara pemerintah dan masyarakat yang berkelanjutan” Wabup Serang, Pandji Tirtayasa, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) di lingkungan Pemkab Serang, para alim ulama, Camat, kepala desa, dan ribuan masyarakat didominasi pada kaum ibu.

Tatu menegaskan, bahwa program keagamaan sangat penting selain untuk meningkatkan keimanan terutama juga untuk sarana komunikasi silaturahmi antara pemerintah dengan alim ulama dan masyarakat. “Seperti saat ini kita bertemu dengan para alim ulama, meski setiap hari bisa bertemu tapi di jadwalkan seperti ini lebih baik. Disamping itu juga, bisa dijadikan sosialisasi program Pemkab Serang,”katanya.

Oleh karean itu, Tatu menyebutkan bahwa keberhasilan pemerintah daerah tidak terlepas dari peran para ulama. “Saya meyakini kami jajaran pemerintah daerah tidak boleh jauh dari ulama, ulama tidak sungkan untuk mengoreksi karena untuk kebaikan kita semua,”tuturnya.

Pantauan dilokasi, Tatu yang tiba dilokasi sekira pukul 14.30 WIB disambut oleh ribuan masyarakat yang didominasi kaum ibu. Usai memberikan sambutan, Tatu mengenakan baju gamis putih dipadu kerudung orange tidak beranjak dar tempat duduknya untuk mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Mahmudi Pimpinan Pondok Pesantren Al Mubarok.

KH. Mahmudi mengapresiasi atas kepemimpinan Ratu Tatu Chasanah dan Pandji Tirtayasa sebagai Bupati dan wakil Bupati Serang yang merakyat terlihat dari program-program yang dilaksanakan. “Ibu Hajah Ratu Tatu Chasanah juga tidka pernah jauh dari ulama,”ujarnya.

Usai mendengarkan tausiyah, Tatu meninjau Masjid Jami Nurul Arofah yang masih dalam tahap pembangunan. Dilanjutkan seperti biasa Tatu menyempatkan diri untuk swafoto bersama masyarakat.

Top