Image
By Administrator

INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT

Selasa, 03 Januari 2017; |  Jam 11:11:22 WIB  |  0 comments

Dengan kondisi cuaca kemarau basah seperti ini, komoditi padi sawah rentan terhadap serangan OPT terutama penyakit. Dan kondisi ini sudah dimulai sejak di persemaian, dan ini sering tidak disadari oleh petani.

Pada curah hujan di atas normal, terjadi banyak spot-spot genangan air yang berlebihan terutama pada lokasi sawah dengan drainase yang buruk. Akibatnya kelembaban di bawah kanopi menjadi lebih tinggi dan merupakan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri, terutama Hawar Daun, Bacterial Leaf Streak, Blas, Hawar Pelepah, Busuk Batang dan penyakit bercak daun.

Genangan air selain membuat pertumbuhan akar tidak sehat dan pertumbuhan anakan tidak maksimal juga membuat tanah lebih masam terlebih dengan penggunaan pupuk Urea yang tinggi. Akibatnya pH menjadi turun dan mendorong pertumbuhan jamur.

Dalam kegiatan monitoring di beberapa lokasi ditemukan Bacterial Leaf Streak dan Hawar Daun yang ditemukan di persemaian dan di pertanaman umur kurang dari sebulan. Diduga penyakit ini sudah terbawa sejak dari benih (seed borne) dan ketika kondisi kelembaban dan suhu ideal, bakteri ini mulai muncul. Ini juga merupakan permasalahan yang ingin dipecahkan dengan Program Desa Mandiri Benih, menghasilkan benih yang bermutu dan berkualitas serta varietas yang bernilai tinggi di pasar.

Rebah yang terjadi di Kabupaten Serang pada musim panen padi bulan april yang lalu dalam skala luas diduga selain karena kekurangan unsur mikro Si (silica) yang berpengaruh terhadap kekuatan batang padi, juga dimungkinkan karena hawar pelepah (sheath blight) yang menyerang pada saat fase anakan sampai menjelang panen. Penyakit yang disebabkan jamur Rhizoctonia solani menyerang pelepah sehingga tanaman mudah rebah. Fungisida berbahan aktif Difenokonazol ataupun yang organik berbahan aktif Genoldirachtin dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit ini.

Tags:  Berita |464|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar