Image
By diskominfo

Advokasi Lintas Sektor Kabupaten Serang dengan BPOM di Serang

Selasa, 21 Februari 2020; |  Jam 10:32:31 WIB  |  0 comments

Balai Besar POM di Serang memiliki wilayah kerja meliputi Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, Kota Serang, Cilegon dan Tangerang Selatan. Balai POM di Serang merilis hasil pengawasan pangan tahun 2019 dan pelaksanaan pronas pemberdayaan masyarakat di Provinsi Banten. Hal tersebut dilakukan pada acara Advokasi Lintas Sektor Program Nasional Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS), Desa Pangan Aman dan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya pada 20 Februari di Horizon Forbis Watingin Kurung Kabupaten Serang.

 

Program nasional Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS), Desa Pangan Aman dan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya menjadi salah satu sasaran utama BPOM. PJAS yang baik aman dari bahan berbahaya yang merugikan kesehatan, bermutu memenuhi kriteria keamanan pangan, kandungan gizi dan standar lain dan bergizi berarti beragam dan mengandung zat gizi yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Hasil Pengawasan  menurut BPOM Serang dari 675 sampel diperoleh 90% sampel memenuhi syarat dan 10% tidak memenuhi syarat. Sampel yang tidak memenuhi syarat diantaranya tahu, terasi, cincau, pacar cina dan kerupuk rambak

 

Narasumber dari Derektorat Pemberdayaan Masyarakat menjelaskan bahwa Keamanan pangan menjadi titik utama dan menjadi tanggung jawab bersama. Perlu ada sinergisme dari pemerintah (pusat dan daerah), pihak swasta/produser dan masyarakat dengan mengoptimalkan peran sesuai tupoksi.

 

Program intervensi keamanan pangan yang merupakan bagian dari Germas diharapkan dapat terus berlangsung dan terus digulirkan ke wilayah dan jangakauan yang lebih luas.

Diharapkan Pemerintah Daerah dapat menganggarkan dan mereplikasi program pemberdayaan masyarakat terkait keamanan pangan.

 

Perlunya pembentukan dan perkuatan jejaring  lintas sektor dalam bentuk Tim Koordinasi sehingga temuan bahan berbahaya yang disalahgunakan pada pangan. Pangan jajanan anak sekolah maupun di pasar dapat ditindaklanjuti dengan memberikan pembinaan dan sanksi sampai menimbulkan efek jera bagi pelaku usaha.