Image
By media

Festival Bedolan Pamarayan, Pesta Rakyat dari Kabupaten Serang

Senin, 04 November 2019; |  Jam 12:15:29 WIB  |  0 comments

Pemerintah Kabupaten Serang kembali menggelar Festival Bedolan Pamarayan sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus rangkaian hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Serang ke 493, Rabu-Jumat (23-25/10/2019). Tradisi ini unik dan selalu meriah karena akan turun ribuan masyarakat ke sungai dan area Bendungan Pamarayan untuk bersama-sama menangkap ikan. “Dipastikan meriah, dan setiap tahun memang selalu dinantikan masyarakat Kabupaten Serang. Festival Bedolan Pamarayan juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan,” kata Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang, Adjat Gunawan kepada wartawan, Selasa (22/10/2019). Sekadar informasi, Bendungan Pamarayan merupakan salah satu peninggalan arsitektur masa kolonial Belanda di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, yang masih kokoh berdiri. Sementara Bedol atau Bedolan Pamarayan adalah tradisi yang dimulai sejak zaman Belanda, untuk mencitrakan bahwa bendungan ini adalah milik rakyat.


Bedolan Pamarayan yang di masa lampau menjadi pesta para petani saat memasuki musim tanam dengan ramai-ramai menangkap ikan di sekitar Bendungan Pamarayan. Kini menjadi pestanya warga Kabupaten Serang dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Serang. Bedol Pamarayan dilakukan setiap bulan sepuluh setiap tahun.


Tradisi ini sempat punah, dan dihidupkan kembali Pemkab Serang sejak 13 Oktober 2018. Tahun ini, Pemkab Serang membuat Bedolan Pamarayan sedikit berbeda. Aktifitas menangkap ikan tidak dilakukan di bendungan, akan tetapi dialihkan ke kolam alternatif seluas 3.4 hektare dan menebar sekira 3 ton ikan.


Menurut Adjat, kebijakan dengan mengalihkan area penangkapan ikan akibat dari cuaca kemarau ekstrim yang menurut pengelola bendungan, tidak dimungkinkan secara teknis untuk membuka pintu bendungan. “Namun Festival Bedolan Pamarayan akan tetap menjadi pesta rakyat, karena Pemkab Serang juga menggelar pameran dan berbagai kegiatan lainnya untuk masyarakat,” kata Adjat.