Image
By agus

Kabupaten Serang Siaga AKI dan AKB

Rabu, 24 Juli 2019; |  Jam 08:09:03 WIB  |  0 comments

SERANG,-Pemerintah Kabupaten Serang menggelar penggalangan komitmen percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi tahun 2019 di aula Tb Suwandi, Selasa (25/06/2019). Hal itu dilakukan karena saat ini Kabupaten Serang masuk dalam kondisi siaga I AKI dan AKB.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah SE, M.Ak, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Dr Sri Nurhayati dan sebagai pemateri Bupati Kulonprogo Dr Hasto Wardoyo, SP.OG. 

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyebutkan hingga Juni 2019, angka kematian ibu sudah mencapai 43 kasus dan angka kematian bayi 83 kasus. Oleh karena itu, Kabupaten Serang saat ini masuk kategori siaga I AKI dan AKB.

Ia mengatakan, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Untuk membantu menekan angka tersebut, pihaknya sengaja mendatangkan mantan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo untuk memberi penjelasan mengenai penanganan AKI dan AKB. Hasto dianggap sosok yang sudah berhasil menekan AKI dan AKB di wilayahnya. “Biar semua mendengar bahwa tugas ini bukan hanya tugas dinkes, puskesmas atau tenaga medis saja semuanya agar bergerak,” ujarnya.

Dirinya sepakat dengan paparan Hasto Wardoyo bahwa salah satu upaya menangani AKI dan AKB adalah dari struktural SDM seperti jumlah dokter, bidan, perawat dan lainnya. Sedangkan untuk Kabupaten Serang saat ini jumlahnya masih terbilang kurang.

Selain itu kata dia, anggaran di Kabupaten Serang saat ini pun masih tarik menarik dengan kebutuhan alokasi pendidikan dan infrastruktur. Dengan kondisi ini, infrastruktur diarahkan pula pada kesehatan seperti perbaikan puskesmas dan melengkapi peralatannya.

Sementara Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, untuk mengatasi AKI dan AKB yang pertama harus membangun sistem integritas antar stakeholder, seperti dinas dengan camat, desa dan tokoh masyarakat.  "Saya sampaikan tadi sebetulnya ada karakter negatif dari PNS yang rangkap menjadi pejabat membuat sistem tidak jalan. Artinya ketika di Kulonprogo masih tinggi (AKI dan AKB) kita lihat karakter pejabat yang susah dikritik, sombong, mau seenaknya sendiri itu tidak bisa harus di downgrade dulu," ujarnya.

Hasto mengatakan, pada prinsipnya mencegah kematian itu harus dengan rasa, hati dan kesungguhan. Kemudian jika melihat Kabupaten Serang, yang perlu ditingkatkan adalah sistemnya. Dimana harus ada sense of crisis. "Tapi ini sudah terbangkitkan tadi camat dan tokoh masyarakat. Saya rasa itu sudah terbentuk, setelah ini dibuat surat edaran pembagian tugas kalau ini dijalankan insyaalah sukses," ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Serang dibawah kepemimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah SE, M.Ak masih terus berupaya menekan AKI dan AKB. Pihaknya menyadari bahwa AKI dan AKB adalah permasalah bersama yang harus terus dikurangi. Pemkab Serang selalu mengimbau agar masyarakat khususnya ibu hamil agar terus menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Dengan berkurangnya AKI dan AKB di Kabupaten Serang, maka akan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu akan berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). (*)