Image
By agus

Dinkes Sosialisasi HIV/Aids di Cikeusal

Senin, 15 Juli 2019; |  Jam 08:07:26 WIB  |  0 comments

SERANG,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang melalui Puskesmas Cikeusal melakukan sosialisasi HIV/Aids bertempat di aula kantor Kecamatan Cikeusal, Senin (8/7/2019). Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan HIV/Aids di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten serang Dr Sri Nurhayati mengatakan, HIV/Aids adalah penyakit menular yang sangat mematikan. Selama ini dinas kesehatan pun terus melakukan pendataan terhadap keberadaan penderita HIV/Aids di wilayahnya. “Masih banyak yang belum terungkap memang,” ujar Sri.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi penyeberan penyakit tersebut, pihaknya pun gencar melakukan sosialisasi di beberapa kecamatan termasuk Cikeusal. Dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat bisa memahami bagaimana gejala, penularannya, masa inkubasi hingga bagaimana antisipasi agar tidak tertular.

Kemudian, Sri juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak malu memeriksakan kesehatannya ke puskesmas terdekat. Dengan demikian, jika masyarakat tersebut ada yang terdeteksi bisa lebih cepat diantisipasi dan tidak berkembang terlalu parah menjadi Aids. “Karena kalau terlambat bisa menular terus mengancam jiawanya,” katanya.

Sementara, Camat Cikeusal Iman Saiman S.Sos, M.Si menyambut positif kegiatan yang dilakukan oleh dinas kesehatan tersebut. Pada sosialisasi tersebut diundang kepala desa, MUI, hingga anggota PKK setempat.

Iman menjelaskan, dalam acara itu dijelaskan bagaimana mencegah HIV/Aids dan tatacara penangannya. Kemudian juga untuk mempermudah penanganan HIV/Aids, dibentuk pula tim melalui satu wadah kelompok kerja (pokja).

Ia mengatakan, pada tahun 2018, di Cikeusal ada 4 orang yang terdeteksi menderita HIV/Aids. Namun pada tahun 2019 ini jumlah tersebut meningkat. Sampai pertengahan tahun saja penderita sudah mencapai 5 orang. “Justru itu perlu dilakukan sosialisasi intensif. Ada yang sudah kawin ada yang belum juga, ada yang meninggal juga malahan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Serang dibawah kepemimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah SE, M.Ak terus berupaya menekan angka penderita HIV/Aids di wilayahnya. Berbagai upaya pun terus dilakukan.

Upaya pertama yang dilakukan oleh Pemkab Serang yakni preventif dengan cara sosialisasi bahaya penyakit HIV/Aids. Kedua secara represif yakni menangani orang yang sudah terlanjur terkena HIV/Aids. Perlu disadari bersama bahwa HIV/Aids tidak ada obatnya, oleh karena itu sebelum terjangkit harus dipagari dan diberikan pemahaman bahawa ada bencana penyakit yang membahayakan kemanusiaan. Selain itu masyarakat juga terus diingatkan agar bisa menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pemkab Serang berharap dengan tertanggulanginya masalah HIV/Aids ini akan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan membantu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). (*)