Image
By agus

KIE Peningkatan Perlindungan Anak

Rabu, 10 April 2019; |  Jam 15:38:35 WIB  |  0 comments

Pada 4 April 2019  telah dilaksanakan peningkatan program komunikasi, informasi dan edukasi tentang perlindungan khusus anak bagi kelompok masyarakat. Acara diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten dimana hadir perwakilan Diskominfo Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten, Dinas yang menangani Perlindungan Anak Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten, Bappeda Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten, Dinas Sosial Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten dan Organisasi Kemasyarakatan yang menangani perlindungan anak se-Provinsi Banten. Pemerintah Kabupaten Serang berkomintmen  untuk berperan dalam  melaksanakan tugas untuk memberikan perlindungan terhadap anak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dipaparkan oleh Narasumer yang berasal dari Diskominfo Provinsi Banten mengenai perkembangan media saat ini dimana anak sering menjadi obyek dalam pemanfaatan teknologi. Pola tumbuh kembang anak saat ini di pengaruhi oleh zaman dan teknologi. Pola pengasuhan dan perilaku orang tua memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak. Dampak negative dari teknologi bagi anak sudah banyak dirasakan antara lain sifat asosial anak yang cenderung menarik diri dari pergaulan nyata dan lebih memilih untuk berinteraksi dengan dunia maya. Dampak lainnya adalah susahnya berkonsentrasi baik dalam proses belajar di rumah, selain dampak tersebut dampak lainnya adalah budaya instant yaitu mudah mengeluh dan putus asa karena kurangnya keterampilan mengendalikan emosi dan kedewasaan.

Lebih lanjut dampak negative untuk anak yang sudah pandai mengakses gadget mudah terpapar situs-situs pornografi yang jumlahnya jutaan, obesitas dan males gerak,  kemampuan abstraksi rendah, minat baca rendah serta berita/gambar/film yang ada di televisi dipercaya dan dianggap sebagai hal yang nyata. Dan yang menambah dampak negatif pada anak adalah minimnya kontrol orangtua pada anak menyebabkan anak kecanduan pada gadget.

 Upaya yang dilakukan terkait dampak negative dari gadget adalah meningkatkan peran orang tua dan guru serta masyarakat. Orang tua harus selalu memberikan pengarahan dan pengasuhan terhadap anak dengan membentengi keluarga dengan ketaatan sesuai petunjuk agama dan memberikan pengertian yang berulang terhadap anak bahwa tontonan ataupun media yang diikuti dan disimak ada batas berbeda antara dewasa dan anak-anak.  Saat ini dibeberapa layanan aplikasi terdapat laporan apabila konten tersebut terlalu menampilkan sadism, keberutalan dan pornografi anak. Namun laporan tersebut tidak secara otomatis dapat menghapus konten. Orang tua hendaknya memperbanyak menambah konten hal-hal positif untuk anak sehingga dapat mengurangi konten jahat  yang berpengaruh buruk bagi anak.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi dalam hal ini yang dipaparkan Bappeda Provinsi Banten antara lain menyampaikan kegiatan yang terkait perlindungan anak adalah adanya kegiatan rehabilitasi sosial anak dan lansia, kegiatan pelayanan dan perlindungan sosial balita terlantar, bantuan peningkatan gizi balita terlantar, bimbingan sosial keterampilan untuk anak terlantar, penerimaan dan pelatihan kewirausahaan PMKS anak terlantar, peningkatan kesehatan keluarga dan gizi, kegiatan surveilans imunisasi dan penanganan kritis kesehatan, peningkatan pendidikan wawasan kebangsaan pada pelajar sekolah menengah, perlindungan khusus anak dan peningkatan tumbuh kembang anak. Kegiatan tersebut tersebar di Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Badan Kesbangpol dan DP3AKKB.

Pemerimtah Kabupaten Serang dalam hal ini Dinas DKBPPPA pada tahun sebelumnya sudah melaksanakan kegiatan fasilitasi perlindungan anak yang didalamnya adalah pembentukan dan pembinaan 29 lembaga Forum Anak tingkat Desa, pemilihan Duta anak tingkat Kabupaten Serang, Monitoring Forum Anak tingkat Kecamatan pada 29  lembaga Forum  Anak tingkat Kecamatan, Capacity building forum anak, Pembinaan  lima desa layak anak yang telah terbentuk pada tahun 2017 dan Pembentukan  lima kecamatan dan 59 desa layak anak. 

Pemerintah Kabupaten Serang di bawah pimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengharapkan perlindungan anak semakin meningkat dan sistematis. Keseluruhan program dan kegiatan dapat tepat sasaran untuk memberikan perlindungan terhadap anak karena anak adalah asset masa depan bangsa. Anak yang berkualitas dapat menjadi manusia dewasa yang berkualitas pula yang dapat memberikan karya terbaik untuk kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan indeks pembangunan manusia.