Image
By Administrator

Wisata Syariah Berpotensi Dikembangkan di Kabupaten Serang

Jumat, 01 Maret 2019; |  Jam 17:46:18 WIB  |  0 comments

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Pemerintah Pusat untuk maksimal melakukan penataan ulang wisata Pantai Anyer-Cinangka pasca tsunami Selat Sunda. Bahkan Pemkab Serang ingin agar wisata pantai di Kabupaten Serang tersebut bisa berkonsep wisata syariah. 

 

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, Kabupaten Serang dan Provinsi Banten pada umumnya memiliki banyak potensi wisata religi, mulai dari kawasan Syech Nawawi Albantani Tanara, Situs Sultan Ageng Tirtayasa, hingga Makam Brigjen KH Syam’un. 

 

“Mayoritas penduduknya beragama Islam. Sudah cukup lama wacana wisata syariah ini berkembang, karena tidak hanya di Kabupaten Serang melainkan Banten. Kita termasuk daerah yang berpotensi dikembangkan kawasan wisata syariah,” kata Tatu kepada wartawan.

 

Menurut Tatu, kawasan strategis wisata religi yang sudah ada, perlu disesuaikan dengan wilayah Pantai Anyer-Cinangka. Menurutnya, Bali sudah tidak bisa diubah sebagai kawasan wisata syariah karena kental dengan kawasan wisata wisata turis-turit negara barat. 

 

“Bila di Bali kan pengunjung atau turis bebas mau melakukan apa, seperti menggunakan bikini. Namun di Kabupaten Serang tidak boleh karena lingkungan muslim dan sudah ditetapkan daerah wisata syariah. Tinggal pengembangannya saja,” ujarnya.

 

Tatu berpendapat, pasca tsunami Selat Sunda, pembenahan wisata Pantai Anyer-Cinangka bisa dilakukan secara optimal. Namun perlu didukung oleh program dari Pemprov Banten dan pemerintah pusat. “Kami menyambut program rehabilitasi Pantai Anyer-Cinangka, bersama kawasan wisata Pantai di Kabupaten Pandeglang. Namun lebih baik jika rehabilitasi sejalan dengan konsep wisata syariah,” ujarnya. 

 

Pemkab Serang sendiri akan membangun kawasan wisata religi di Kecamatan Tanara, berupa pembangunan Islamic Centre Syeh Nawawi Albantani. “Akan menjadi tempat dan kawasan pengembangan ilmu pengetahuan dalam dunia Islam. Terutama kajian tentang kitab-kitab kuning. Lahan sudah siap, desain juga siap, tinggal proses pembangunan,” ujarnya. 

 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serang, Rahmat Fathoni mendukung program wisata syariah yang bisa dioptimalkan di Kabupaten Serang. “Konsep wisata syariah misalnya, jangan sampai keasikan berwisata jadi melupakan tanggung jawab sebagai umat muslim untuk salat lima waktu,” ujarnya.(*)