Image
By Administrator

kegiatan sosialisasi dan pelatihan aplikasi pelindungan anak

Kamis, 22 November 2018; |  Jam 11:55:15 WIB  |  0 comments

Pada 09 Oktober 2018, kepala kecamatan carenang menghadiri kegiatan sosialisasi dan pelatihan aplikasi pelindungan anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula rapat Kecamatan Carenang

Anak merupakan harta yang paling berharga bagi setiap orang tua, tak jarang orang tua akan melakukan apapun untuk membahagiakan anak-anaknya. Meskipun demikian, kasus kekerasan terhadap anak sering terdengar. Kekerasan terhadap anak adalah tindak kekerasan secara fisik, seksual, penganiyaan emosional, atau pengabaian terhadap anak.[1] Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendefinisikan penganiayaan anak sebagai setiap tindakan atau serangkaian tindakan wali atau kelalaian oleh orang tua atau pengasuh lainnya yang dihasilkan dapat membahayakan, atau berpotensi bahaya, atau memberikan ancaman yang berbahaya kepada anak. Sebagian besar terjadi kekerasan terhadap anak di rumah anak itu sendiri dengan jumlah yang lebih kecil terjadi di sekolah, di lingkungan atau organisasi tempat anak berinteraksi. Ada empat kategori utama tindak kekerasan terhadap anak: pengabaian, kekerasan fisik, pelecehan emosional/psikologis, dan pelecehan seksual anak.

Data KPAI tahun 2011-2017 menunjukkan, jumlah laporan pelanggaran hak anak masih tinggi yakni sebanyak 24.637 kasus, yang terdiri dari pelanggaran di bidang sosial dan anak, bidang keluarga dan pengasuhan, bidang agama dan budaya, bidang hak sipil dan partisipasi, pelanggaran bidang kesehatan, pendidikan, pornografi dan cybercrime hingga bidang traffickingdan eksploitasi.

Dengan demikian ditahun 2017 KPAI meluncurkan aplikasi perlindungan anak bernama Pandawacare guna mempermudah pengaduan masyarakat apabila disekitarnya terdapat tindak kekerasan pada anak-anak.

Maka dari itu pemerintah kabupaten serang dibawah naungan Ratu Tatu Chasanah berharap agar aplikasi tersebut dapat dijalankan sebagaimana mestinya.