Image
By Administrator

Bupati Serang Tebar 150 Ribu Benih Ikan

Jumat, 16 November 2018; |  Jam 15:52:20 WIB  |  223 comments

 

SERANG - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menebar benih ikan bandeng di Kawasan Bendungan Pamaran Lama. Hal tersebut, sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Serang untuk menjadikan bendungan lama menjadi destinasi wisata saat festival bedolan pamarayan yang diadakan setiap tahunnya.
 
Tatu menjelaskan, benih ikan tersebut didapatkan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan sebanyak 150 ribu benih ikan yang akan disebar di beberapa lokasi yang sudah ditentukan.” Pamarayan ada 100 ribu benih di tiga titik yang disebar. Sisanya, di kawasan Puspemkab, Tasikardi, dan Situ Terate,” ungkap Tatu setelah menebar benih di Kawasan Bendungan Pamarayan Lama, Jumat (16/11/2018).
 
Ia berencana, hasil penebaran benih tersebut bisa dipanen oleh masyarakat saat bedolan pamarayan. “ Hasil dari penebaran benih ini juga akan bermanfaat untuk masyarakat yang mengikuti bedolan pamarayan disini,” katanya.
 
Tatu juga menilai, bangunan bendungan pamarayan lama berpotensi menjadi destinasi terbaru di Kabupaten Serang. Seperti, cagar budaya yang masih terawat dengan baik bisa digunakan sebagai destnasi terbaru di Pamarayan. “Sementara, kita akan buat tim kecil untuk mengkaji bangunan lama yang ada disini (Bendungan lama - red). setelah itu, akan ada keputusan bersama untuk melanjutkan rencana baik tadi,” imbuhnya.
 
Dia juga berharap, pembangunan revitalisasi bangunan lama tersebut bisa dilakukan secara bersama dengan melibatkan pihak Provinsi Banten dan Pemerintah Pusat agar bisa terlaksana. “Tinggal Kita bagi bantuan dari Provinsi berapa, APBD Kabupaten dan semoga pemerintah pusat juga turut andil disini,” ujarnya.   
 
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Budi Mulyono mengatakan, hasil penebaran benih tersebut akan dimanfaatkan sebagai peningkatan gizi masyarakat agar melestarikan makan ikan. “Beberapa titik yang mendapatkan tebaran benih ikan bisa dimanfaatkan beberapa bulan lagi untuk peningkatan gizi,” tuturnya.
 
Selain itu, Dia juga memprediksi dalam jangka waktu 6 bulan kedepan, benih ikan tersebut sudah bisa dikonsumsi oleh warga sekitar. “ Ini juga menjadi uji coba balai dalam pemeliharaan ikan ketika dilepas dalam danau tanpa diberikan apapun dan nanti akan ketahuan hasilnya seperti apa,” ujar Budi. (*)

223 komentar pada artikel ini