Image
By Administrator

Dinsos Sosialisasikan Bantuan Pangan Non Tunai

Kamis, 15 November 2018; |  Jam 07:44:16 WIB  |  0 comments

SERANG – Mulai 2019 mendatang, pemberian rastra akan dirubah menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dimana penyaluran BPNT tersebut akan dilakukan melalui E-Warung atau yang ditunjuk.

 

Kepala Dinsos Kabupaten Serang Ahmad Saefudin merencanakan, penambahan 100 E-Warung pada 2019. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mempermudah penyaluran BPNT yang akan efektif tahun depan.

 

Kata Saefudin, penambahan 100 E-Warung sesuai rencana Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk di 29 kecamatan. Setiap e Warung nantinya bisa menangani 250-500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

 

"Insyallah 2019. 100 e warung itu dari APBD. Kalau yang empat itu dari pusat," ujar Saefudin saat melakukan sosialisasi BPNT di gedung PKPRI Kabupaten Serang, Selasa (13/11).

 

 

Ia mengatakan, saat ini E-Warung itu masih dalam proses. Karena yang direhab untuk jadi e warung adalah rumah penerima KPM. Setiap E-Warung akan mendapatkan anggaran Rp 15 juta. "Itu termasuk dengan peralatan dan timbangan," ucapnya.

 

Pendistribusian BPNT akan efektif pada 2019. Sedangkan saat ini masih berupa rastra, dimana untuk penyaluran rastra sendiri hingga Oktober sudah 100 persen. "Tinggal dua bulan lagi November-Desember. November penyalurannya harus sudah sampai KPM," katanya.

 

Karena adanya perubahan dari rastra menjadi BPNT, dikatakan dia, maka sosialiasi itu penting dilakukan. Tujuannya agar tidak menimbulkan masalah di lapangan. 

 

"Sehingga semua camat, tokoh masyarakat dan desa diundang. Diberikan penjelasan dengan ada perubahan itu kita sampaikan. Jumlah yang akan diterima Rp 110 ribu per bulan dan itu dipergunakan untuk pembelian beras dan telur," tuturnya.

 

Ia berharap dengan program ini, akan bisa mempercepat mengangkat derajat fakir miskin di Kabupaten Serang. "Karena biasanya mereka menunggu rastra, sekarang tinggal bagaimana mereka menggunakan dananya. Tapi birpun ditransfer lewat bank uang itu harus habis dalam satu bulan. Kalau enggak maka akan ditarik jadi harus nol tiap bulan di rek itu," ujarnya.

 

Teknik penyalurannya sendiri, uang itu akan disalurkan melalui bank yang ditunjuk yakni BTN. Nantinya uang itu akan disalurkan ke KPM melalui rekening masing masing. "Nah itu ditariknya setahun 12 kali. Itu enggak bisa digunakan kebutuhan lain. Karena tiap pemegang ATM baru bisa menarik manakala sudah punya kwitansi pembelian dari E-Warung," tuturnya. (FAN)