Image
By Administrator

"ISBAT NIKAH" KEPASTIAN HUKUM TERHADAP STATUS PERKAWINAN

Selasa, 23 Oktober 2018; |  Jam 09:19:36 WIB  |  56 comments

Pada tanggal 19 Oktober 2018, telah dilaksanakannya kegiatan Isbat Nikah terhadap 70 pasangan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan kopo. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Pengadilan Agama Kecamatan Kopo dan di hadiri oleh Camat Kopo, Sekmat Kopo, Ka UPT PLKB Kopo serta kepala KUA Kopo. Acara yang berlangsung dengan hikmat itu dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai.

Kegiatan tersebut bertujuan agar keadaan dan kedudukan perkawinan yang telah dilakukan mendapatkan kepastian hukum. Dalam aspek ini sebenarnya undang-undang telah memberikan rumusan tentang perkawinan yang sah. Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.

Sidang isbat nikah adalah permohonan pengesahan nikah yang diajukan kepengadilan untuk dinyatakan sah-nya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum. Biasanya sidang ini diadakan bagi pasangan yang pernikahannya belum dicatat negara, kehilangan buku nikah, atau menikah sebelum tahun 1974. Pemohon diminta mengisi formulir pengajuan sidang isbat, membayar biaya perkara, menunggu panggilan sidang, menghadirkan bukti dan saksi, dan akhirnya menerima keputusan pengadilan.

Pemerintah Kabupaten Serang dibawah pimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengharapkan  pasangan yang telah melangsungkan pernikahan tetapi belum mendapat kepastian hukum, bisa mendapat patokan untuk mengetahui suatu perkawinan sah dengan hukum masing-masing agama dan kepercayaan para pihak serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku sepanjang tidak bertentangan atau tidak ditentukan lain dalam UUP.

56 komentar pada artikel ini