Image
By Administrator

Lomba PKK untuk Meningkatkan Semangat Hidup Sehat

Selasa, 07 Agustus 2018; |  Jam 22:07:58 WIB  |  0 comments

Pada tanggal 2 Januari 2018 Kabid PPPA melakukan persiapan Lomba PKK yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2018 di desa Sukasari, Tanjungjaya, Kabupaten Serang. Persiapan ini dilakukan agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan mencakup hal-hal seperti jumlah peserta, sewa gedung, kebersihan, keamanan, dan lain-lain.

Lomba PKK ini diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Serang dengan harapan kedepannya masyarakat bisa lebih mengenal tentang program KB, Posyandu dan memahami pentingnya menjalani kehidupan yang sehat. Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Serang menggerakkan PKK untuk terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan.

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai gerakan pembangunan masyarakat bermula dari seminar Home Economic di Bogor tahun 1957. Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, pada tahun 1961 panitia penyusunan tata susunan pelajaran pada Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kementerian Pendidikan bersama kementerian-kementerian lainnya menyusun 10 segi kehidupan keluarga. Gerakan PKK dimasyarakatkan berawal dari kepedulian istri gubernur Jawa Tengah pada tahun 1967 (ibu Isriati Moenadi) setelah melihat keadaan masyarakat yang menderita busung lapar.

Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui 10 segi pokok keluarga dengan membentuk Tim Penggerak PKK di semua tingkatan, yang keanggotaan timnya secara relawan dan terdiri dari tokoh/pemuka masyarakat, para isteri kepala dinas/jawatan dan isteri kepala daerah s.d tingkat desa dan kelurahan yang kegiatannya didukung dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Pada tanggal 27 Desember 1972 mendagri mengeluarkan surat kawat no. Sus 3/6/12 kepada seluruh gubernur kdh tk. I Jawa Tengah dengan tembusan gubernur kdh seluruh indonesia, agar mengubah nama pendidikan kesejahteraan keluarga menjadi pembinaan kesejahteraan keluarga. Sejak itu gerakan PKKdilaksanakan di seluruh Indonesia dengan nama Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan tanggal 27 Desember ditetapkan sebagai "hari kesatuan gerak PKK" yang diperingati pada setiap tahun.

Dalam era reformasi dan ditetapkannya TAP MPR no. IV/MPR/1999 tentang GBHN 1999-2004, serta pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan undang-undang no.22 tahun 1999 dan undang-undang no.25 tahun 1999, tetapi PKK pusat tanggap dengan mengadakan penyesuaian-penyesuaian yang disepakati dalam rakernaslub pkk tanggal 31 Oktober s.d 2 November 2000 di bandung dan hasilnya merupakan dasar dalam perumusan keputusan menteri dalam negeri dan otonomi daerah no. 53 tahun 2000, yang selanjutnya dijabarkan dalam pedoman umum gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ini.

Pemerintah Kabupaten Serang dibawah pimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berharap dengan adanya kegiatan lomba PKK ini akan meningkatkan kepekaan masyarakat tentang program Keluarga Berencana dan pentingnya hidup sehat di Desa Tanjungteja.