Image
By Administrator

Tinjau Galian C, Upaya Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat

Senin, 06 Agustus 2018; |  Jam 11:44:48 WIB  |  0 comments

Pada tanggal 8 Maret 2018  Kabid Trantibum pada Satpol PP Kabupaten Serang melaksanakan survey lokasi pengerukan tanah ( galian c ) di jalan raya Serang Cilegon Kramatwatu. Guna meninjau langsung  sejauh mana opersai galian.

Kabupaten serang dianugrahi berbagai sumber daya alam yang jika dimanfaatkan secara bijaksana akan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar namun jika tidak dikendalikan hanya akan meniimbulkan kerusakan alam yang merugikan warga.

Salah satu sumber daya alam yang ada adalah potensi pengerukan pasir ( galian c ) Galian merupakan aktivitas atau lokasi di mana manusia melakukan ekstraksiekskavasi, atau penambangan bebatuantanah liatpasirkerikil, dan bahan bangunan lainnya. Galian memiliki bentuk yang sama dengan tambang terbuka, namun tidak untuk menambang mineraldan bahan bakar fosil. Galian umumnya memproduksi bebatuan dalam dimensi yang telah ditentukan karena akan digunakan dalam bahan banguna. Jenis jenis bahan yang digali antara lain Kapur, Tanah liat, Pasir, Kerikil, Granit, Batu kapur, Marmer, Batu pasir dan Gipsum

Adapun potensi permasalahan yang terjadi adalah Galian cenderung mendatangkan permasalahan lingkungan. Jika galian dilakukan di daerah dengan air tanah yang dangkal (dekat dengan permukaan tanah), maka lokasi galian harus dipompa secara berkala supaya tetap beroperasi. Galian batu cenderung menjadi semakin dalam dan mendekati permukaan air tanah sehingga risiko banjir ada meski tidak terjadi hujan. Ketika banjir pada galian sudah tidak dimungkinkan untuk dipompa, maka pengerjaan membutuhkan teknik dan mesin khusus untuk mendapatkan bebatuan yang terendam air, misal dengan dredging.

Berbagai lokasi galian yang kering akan menyebabkan terbentuknya debu yang dapat membahayakan kesehatan. Debu dapat terbang hingga ke desa dan kota terdekat. Masalah lainnya adalah polusi dan kemacetan dari kendaraan pengangkut hasil galian.

Berbagai lokasi galian yang telah terbengkalai akan senantiasa terisi dengan air dan akan membentuk danau. Karena dikelilingi oleh bebatuan di setiap sisi, maka air danau tersebut dapat memiliki temperatur yang cukup dingin.[1] Berbakai lokasi galian yang telah terbengkalai juga masih meninggalkan peralatan penambangan serta bebatuan lepas yang dapat membahayakan mereka yang berenang di dalamnya. Beberapa orang telah meninggal karena tenggelam di danau yang terbentuk dari bekas galian setiap tahunnya

Pemerintah Kabupaten Serang dibawah pimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berharap bahwasanya pemanfaatan sumber daya alam ini akan meningkatkan kesejahteraan warga dan berkomitmen agar selalu melindungi warganya dari potensi potensi efek negatif yang muncul akibat penggalian tersebut .