Image
By Administrator

10 BESAR PENYAKIT RAWAT JALAN BULAN MEI 2017 DI RSUD DR. DRADJAT PRAWIRANEGARA – INJURY OF HEAD (CEDERA KEPALA)

Selasa, 02 Juni 2017; |  Jam 10:10:01 WIB  |  9 comments

Cedera kepala adalah cedera apapun yang mengakibatkan luka (trauma) pada otak atau tengkorak. Berdasar literatur kedokteran, istilah “cedera kepala” dan “cedera otak traumatis” dapat digunakan secara bergantian. Cedera kepala adalah istilah yang dapat digunakan pada banyak kategori cedera, termasuk cedera pembuluh darah (vaskuler) dan saraf, serta perdarahan dan subdural hygroma (penumpukan cairan diluar otak). Cedera kepala, yang dapat berupa tertutup atau tembus (terbuka), digolongkan berdasarkan keadaan tengkorak pasien mengalami kerusakan atau tidak.

Seringkali, cedera kepala lebih sedikit terlihat daripada cedera di bagian tubuh yang lain, dan gejalanya seperti muntah, nyeri kepala yang memberat, mengantuk, kebiasaan abnormal, hilang kesadaran, ukuran pupil yang tidak sama, dan kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh dapat terlihat.

Kategori cedera kepala menjadi tipe terbuka dan tertutup adalah salah satu dasar penggolongan. Pada cedera kepala tertutup, duramater atau lapisan terluar dari otak, tetap utuh. Tengkorak pasien dapat mengalami keretakan (fraktur). Di sisi lain, cedera terbuka atau tembus seringkali melibatkan suatu objek yang menusuk ke dalam tengkorak pasien, dimana akan menembus duramater.

Cedera kepala dapat menyebabkan berbagai masalah pada pasien. Keretakan (fraktur) tengkorak cukup umum, dan juga kulit kepala yang robek dan perdarahan akan terlihat pada kulit. Ketika duramater ditembus atau terkena dampak dari cedera, terdapat kemungkinan perdarahan lambat dibawah selaput (membran). Seorang pasien yang menderita cedera kepala dapat juga menderita memar di otak, gegar otak, koma, atau bahkan meninggal.

Gegar otak, juga bisa disebut sebagai cedera kepala traumatis, sebenarnya adalah cedera otak jenis ringan disebabkan oleh pukulan pada kepala pasien. Ini dapat menyebabkan perubahan pada kognitif , emosional, dan kebiasaan fisik seseorang. Gejala umum yang tampak pada seseorang yang menderita gegar otak adalah mual, nyeri kepala, kelelahan, keanehan atau kurangnya koordinasi/penyesuaian pergerakan, kebingungan, dan pandangan kabur. Ketika gegar otak lebih berat, seseorang dapat menderita amnesia retrogade atau anterograde. Gegar otak merupakan tipe paling umum dari cedera kepala yang didapatkan pada anak-anak. Anak-anak usia 0 hingga 4 tahun adalah yang paling rentan, begitu juga dengan dewasa usia 65 tahun ke atas

Di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara, Cedera Kepala termasuk kedalam 10 besar penyakit dalam kategori Rawat Jalan dan menempati posisi ketujuh pada bulan Mei 2017 dan tercatat 79 kasus baru dimana pasien laki-laki sebanyak 63 pasien dan perempuan sebanyak 16 pasien.

9 komentar pada artikel ini

    kaos murah di bandung
    03 Januari 2018 - 09:12:34 WIB
    info yang membuat parapembaca kagum akan website ini



    Guru Les Privat
    09 Januari 2018 - 13:34:39 WIB
    saya berterimakasih karena website ini selalu memberikan hal menarik kepada para pembaca



    Jasa Les Privat SD
    11 Januari 2018 - 09:59:38 WIB
    sering-sering update lagi artikelnya



    Bimbingan Belajar
    11 Januari 2018 - 14:09:56 WIB
    Terimakasih atas informasinya yang bermanfaat ini semoga pembaca sangat kagum atas artikelnya



    Bimbingan Belajar SMP
    12 Januari 2018 - 13:16:05 WIB
    baik sekali agan membuat informasi yang bagus seperti ini lanjutkan



    Jasa Bimbingan Belajar SMP
    13 Januari 2018 - 14:10:55 WIB
    pertamax gan terimakasih untuk infonya



    pengrajin lampion china terbaik
    17 Januari 2018 - 09:19:46 WIB
    info yang membuat parapembaca kagum akan website ini



    jual sepatu converse murah
    16 November 2018 - 22:16:57 WIB
    article yang bagus


    lala
    24 November 2018 - 09:47:51 WIB
    aik sekali agan lưu trữ thông tin yang bagus seperti ini lanjutkan


    << First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

    Isi Komentar