Image
By Administrator

10 BESAR PENYAKIT RAWAT JALAN TRIWULAN 2 TAHUN 2017 DI RSUD DR. DRADJAT PRAWIRANEGARA – INJURY OF HEAD (CEDERA KEPALA)

Kamis, 1 Juli 2017; |  Jam 11:42:14 WIB  |  4 comments

Cedera kepala adalah cedera apapun yang mengakibatkan luka (trauma) pada otak atau tengkorak. Berdasar literatur kedokteran, istilah “cedera kepala” dan “cedera otak traumatis” dapat digunakan secara bergantian. Cedera kepala adalah istilah yang dapat digunakan pada banyak kategori cedera, termasuk cedera pembuluh darah (vaskuler) dan saraf, serta perdarahan dan subdural hygroma (penumpukan cairan diluar otak). Cedera kepala, yang dapat berupa tertutup atau tembus (terbuka), digolongkan berdasarkan keadaan tengkorak pasien mengalami kerusakan atau tidak. Seringkali, cedera kepala lebih sedikit terlihat daripada cedera di bagian tubuh yang lain, dan gejalanya seperti muntah, nyeri kepala yang memberat, mengantuk, kebiasaan abnormal, hilang kesadaran, ukuran pupil yang tidak sama, dan kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh dapat terlihat. Kategori cedera kepala menjadi tipe terbuka dan tertutup adalah salah satu dasar penggolongan. Pada cedera kepala tertutup, duramater atau lapisan terluar dari otak, tetap utuh. Tengkorak pasien dapat mengalami keretakan (fraktur). Di sisi lain, cedera terbuka atau tembus seringkali melibatkan suatu objek yang menusuk ke dalam tengkorak pasien, dimana akan menembus duramater. Cedera kepala dapat menyebabkan berbagai masalah pada pasien. Keretakan (fraktur) tengkorak cukup umum, dan juga kulit kepala yang robek dan perdarahan akan terlihat pada kulit. Ketika duramater ditembus atau terkena dampak dari cedera, terdapat kemungkinan perdarahan lambat dibawah selaput (membran). Seorang pasien yang menderita cedera kepala dapat juga menderita memar di otak, gegar otak, koma, atau bahkan meninggal. Gegar otak, juga bisa disebut sebagai cedera kepala traumatis, sebenarnya adalah cedera otak jenis ringan disebabkan oleh pukulan pada kepala pasien. Ini dapat menyebabkan perubahan pada kognitif , emosional, dan kebiasaan fisik seseorang. Gejala umum yang tampak pada seseorang yang menderita gegar otak adalah mual, nyeri kepala, kelelahan, keanehan atau kurangnya koordinasi/penyesuaian pergerakan, kebingungan, dan pandangan kabur. Ketika gegar otak lebih berat, seseorang dapat menderita amnesia retrogade atau anterograde. Gegar otak merupakan tipe paling umum dari cedera kepala yang didapatkan pada anak-anak. Anak-anak usia 0 hingga 4 tahun adalah yang paling rentan, begitu juga dengan dewasa usia 65 tahun ke atas Di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara, Cedera Kepala termasuk kedalam 10 besar penyakit dalam kategori Rawat Jalan dan menempati posisi kesembilan pada Triwulan 2 Tahun 2017 dan tercatat 154 kasus baru dimana pasien laki-laki sebanyak 110 pasien dan perempuan sebanyak 44 pasien.

Tags:  Berita |129|

4 komentar pada artikel ini