Image
By Administrator

Upacara memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) di Halaman Pendopo Kabupaten Serang

Senin, 30 Oktober 2017; |  Jam 16:09:58 WIB  |  12 comments

Pemerintah Daerah Kabupaten Serang berencana menurunkan pola konsumsi beras dan terigu dengan cara merubah pola pikir (mindset) kearah pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA). Hal itu dikatakan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat memberikan sambutan upacara memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) di Halaman Pendopo Kabupaten Serang, (30/10). Tatu menjelaskan, kedaulatan pangan tidak hanya dari beras dan terigu, namun juga dari sumber karbohidrat lainnnya yang meningkatan penyediaan konsumsi pangan yang beragam dan bergizi. Sehingga masyarakat bisa budidaya berbagai komoditas yang dapat di lakukan di sekitar rumah dengan cara mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan sekitarnya. “Sesuai dengan tujuan hari pangan sedunia bahwa upaya penganekaragaman konsumsi pangan diarahkan untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat kearah asupan pangan yang lebih beragam. Seperti, umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, memelihara ternak dan ikan,” ungkapnya. Ia juga menambahkan, pola konsumsi pangan masyarakat kabupaten serang sampai saat ini menunjukkan kecenderungan kurang beragam dari jenis pangan dan keseimbangan gizinya, hal ini ditunjukkan dari hasil pencapaian skor pola pangan harapan (pph) pada tahun 2016, baru mencapai 85,6 dari skor ideal pph 100. “ Melalui peringatan hari pangan sedunia (HPS) ke-37 ini, mari kita optimalkan pemanfaatan sumber daya pangan lokal untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan pangan di kabupaten serang, melalui pengurangan konsumsi beras dan terigu,” imbuhnya. Senada dengan Bupati Serang, Budiono Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) mengatakan, meskipun beras sudah menjadi bahan pokok masyarakat Indonesia harus ada antisipasi dengan adanya cadangan dari masyarakat untuk perlahan beralih bahan pokok yang bergizi " Pemerintah sudah melakukan upaya agar warga bisa memproduksi ragam pangan dengan memberdayakan pangan lokal sebagai pengganti beras, ketika gagal panen masyarakat bisa menggunakan pangan lain dan masyarakat tidak merasa kaget dengan pangan lokal tersebut" ujarnya. Budiono mengaku sudah mengajak kerjasama pengurus PKK untuk turun kebawah dengan menciptakan menu baru. Sehingga dari makanan tersebut bisa dibuat dengan menarik dan menjadi daya tarik. " Kita ajak istri camat dan kepala desa untuk melakukan sosialisasi secara berkelanjutan,"

Tags:  Berita |158|

12 komentar pada artikel ini

    konveksi kaos murah bandung
    31 Oktober 2017 - 11:24:09 WIB
    artikelnya sudah bagus, di tunggu update terbarunya terimakasih



    pabrik kaos murah bandung
    31 Oktober 2017 - 14:53:29 WIB
    informasi yang bagus sekali semoga info ini bermanfaat bagi orang lain



    konveksi kaos anak bandung
    01 November 2017 - 11:07:48 WIB
    terimakasih atas informasinya



    buat kaos
    01 November 2017 - 14:44:30 WIB
    saya kagum dengan artikel ini banyak sekali yang berminat membaca artikel ini



    pembuatan kaos bandung
    02 November 2017 - 13:47:31 WIB
    saya berterimakasih karena website ini selalu memberikan hal menarik kepada para pembaca



    konveksi kaos bandung
    03 November 2017 - 09:43:44 WIB
    info yang membuat parapembaca kagum akan website ini



    bikin kaos
    03 November 2017 - 14:03:05 WIB
    website ini memberikan segala informasi yang bagus dan bermanfaat



    produsen kaos
    04 November 2017 - 10:15:23 WIB
    ditunggu update selanjutnya



    pesan kaos bandung
    04 November 2017 - 13:44:06 WIB
    sering-sering update lagi artikelnya



    bikin kaos murah bandung
    06 November 2017 - 10:13:55 WIB
    terimakasih karena telah setia menemani dan terus bertahan selama ini.



    << First | < Prev | 1 | 2 | Next > | Last >>

    Isi Komentar